Pencarian Batu ( Searchings Stones )

Fenomena batu alam saat ini telah menjadi momok dalam negeri ini, harga tinggi dari sebongkah batu alam ini menjadi daya tarik tersendiri. Harga bervariatif dari 100ribu sampai 5 milyar, tergantung dari keunikan dan kelangkaan batu.

Suatu hari Ridwan berencana untuk mencari batu alam, tersebut dia mengajak salah satu rekannya agus. “gus, kita cari batu yuk, lumayan klo nemu yang bagus, segede mangkok aja udah bisa jadi duit.”

“ayok, emang kemana kita mau cari?”

“ke daerah pegununan aja, yang deket-deket kawah, gimana klo ke daerah lembang-subang gitu”

“kemon” seru agus.

Mereka pun berangkat, menggunakan sepeda motor, hingga tiba di kawasan gunung tangkuban perahu. Mereka parkir motor di pintu masuk kawasan tangkuban perahu, mereka titipkan pada penjaga disana. Dan berjalan kaki menelusuri hutan.

Pukul 13:00

Ridwan dan Agus sudah di tengah hutan, mengitari daerah kawah tersebut.dengan peralatan sederhana, singkup, palu, dan paku untuk menghancurkan bebatuan. Suasana saat itu sepi. Seakan pohon-pohon pinus pun mengawasi. Sinar matahari hampir tidak bisa menghangatkan suasana disana. “wan, kok jam segini bawaanya merinding ya?” Tanya agus. “Maklumlah namanya juga di hutan,” jawab ridwan. Pencarianpun berlangsung dari hutan hingga bertemu kawah, agus dan ridwan pun sudah mendapat beberapa sampel batu untuk mereka bawa pulang, mereka memasukan semua batu itu dalam satu karung kecil.

Pukul 16:00

“Wan yuk balik lah udah mulai sore ni,” ujar agus. Mereka pun berjalan pulang menelusuri hutan kembali. Hingga mereka melihat dari kejauhan kendaraan bermotor mereka. Disaat mereka berjalan mereka melihat tumpukan batu di sebalah kiri di tengah hutan. “gus liat itu batunya keknya bagus, liat sebentar yuk” seru ridwan. Mereka pun menghampiri lokasi batu itu.” Waah cakep ini wan, batunya putih agak ke kuning kuningan, kemarin gue liat di pasar harganya bisa sampe 300ribuan, sikat ni wan?” jelas agus. Mereka pun mulai menyiapkan peralatan. Agus segera mengeluarkan paku dan palu untuk membelah batu tersebut. Sedikit demi sedikit batu pun membelah, agus terus membelah tumpukan batu tersebut hingga menemukan bagian batu yang indah. Hingga agus pun meneumakan bongkahan batu agak bulat licin, saat dia mengambil batu tersebut, dibawah batu tersebut terlihat seperti akar berwarna hitam, merambat mengikat lapisan batu yang telah pecah. “apa ini wan?” Tanya agus. “paling itu akar dari jenis lumut-lumutan gus, coba buka lagi.” Agus pun mulai membelah lagi dengan paku dan palunya. Hingga pada pukulan dimana agus tidak melanjutkanya. “ stop gus!, stop! gus”  larang ridwan. Agus berhenti.  bulu kuduk naik. keringat dingin pun mengalir. suara angin pun menyelirih mengelilingi sunyi. tangan dan kaki agus gemetar. ridwan terpana melihat batu tersebut, hingga dia menguatkan diri untuk menarik agus dari tempat itu.

“ayok pulang aja.” Ajak ridwan. Mereka pun pergi meninggalkan tumpukan batu tersebut. Berjalan cepat menuju kendaran bermotornya. “ ayo gus cepet, pulang aja kita”

“iya ayo, ini penjaga portalnya juga gk ada, pulang langsung aja kita?”

“bentar gue cek.” Ujar ridwan.

Ridwan pun mengecek pos portal penjaga pintu masuk, untuk ijin pamit pulang.

“paakk? Kita pamit pulang pakk”

“permisi paak..” teriak-teriak ridwan.

Saat ridwan menyadari di pos tidak ada siapa-siapa, ridwan pun menghampiri agus untuk memutuskan langsung pulang saja. Agus sudah menstarter motornya. Ridwan sudah naik dibelakangnya. Sesaat sebelum pulang mereka melihat di pos, ada seorang wanita berambut panjang, beraju putih melihat mereka. Sontak agus dan ridwan langsung menarik gas. Pergi kabur.

Pukul 17.24

Mereka berhenti di tempat agak ramai dekat sebuah resto di daerah ledeng.

“gila gus, hantu gus.”

“iya wan, gue juga liat, ogah gue kesana lagi.”

“sama gus”.

“lo liat gak, batu kuning tadi?” Tanya ridwan.

“iya wan, itu tengkorak, rambutnya masih utuh gila. Kaget gue.”

“amit amit dah, moga kita kagak diikutin.”

“aminn”

“coba liat, batu yang kita dapat wan, lumayan gak?”

Ridwan pun langsung melempar satu karung batu tersebut, setelah melihat sekilas didalam batu tersebut.

Agus pun kaget,melihat kepala tengkorak dari dalam karung menggelinding keluar.

diary #16september 2014

kata siapa laki laki tidak butuh menulis diary. diary laki laki dengan perempuan hanya berbeda tujuan. perempuan menulis diary-nya untuk mencurahkah isi hati. tetapi laki-laki menulis diary untuk pesan. pesan dia dimasa akan datang, pesan untuk orang-orang yang merasa sama. maupun pesan untuk keluarga maupun untuk anak nya. seperti di novel sabtu bersama bapak – adithya mulya, sang bapak merekam suratnya dalam video untuk sang anaknya, sebelum sang bapak meninggal.

diary ini ditulis ketika saya lagi ada dipersimpangan jalan. dalam menentungan pilihan dimana kaki ini melangkah, memang perlu mempertaruhkan sesuatu. yang disebut pengorbanan. hidup itu memiliki beberapa masa. dari masa kanak-kanak, yang dimana hidup kita merasa bahagia, tidak perlu memikirkan makan atau minum dapat darimana, hanya tinggal meminta. masa kedua hidup ialah masa belajar, dari SD hingga kuliah itu disebut masa belajar. kenapa? karena pada masa itu kita masih bingung mau kemana, mau jadi apa, dan ada beberapa orang dalam masa ini, mungkin masih saja meminta minta pada orang tua nya. termasuk saya. orang tua aka bahagia bila sang anak hanya fokus untuk belajar dimasa itu, bagi orang tua kami yang mampu.

setelah masa belajar,selanjutnya adalah masa sekarang adalah masa pengorbanan. banyak para sarjana yang telah lulus tak tau harus kemana, bahkan lulusan sarjana pendidikan pun tidak semua nya jadi guru, lulusan dokter pun tidak semua jadi dokter. apa itu di sebut mengingkari amanah? jawaban saya tidak.

pertama setiap manusia mempunyai pilihan, semua yang dipelajari,adalah bekal untuk pilihan saya sendiri. bukan untuk pilihan orang tua apalagi orang lain. orang tua selalu memberikan yang terbaik untuk anaknya. kami sebagai sang anak wajib menerimanya. namun sang anak berhak memilih untuk jadi apa nantinya. jika hanya untuk survive atau bertahan hidup dari populasi manusia ini, rasanya sudah cukup. pelajaran yang kita terima dari masa belajar, sudah lebih dari cukup untuk bertahan hidup. yang jadi permasalahan, mau jadi apa kita. sudah bukan lagi materi atau kehormatan yang dipilih nomer satu. tetapi posisi dimana kita bisa hidup nyaman dan bahagia.

setiap ditanya apa cita-cita kamu, “saya selalu jawab ingin hidup berguna bagi orang lain” . kalimat itu selalu terucap spontan. masih abstrak. amanah saya sudah menanggung gelar sarjana sains, berarti setidaknya berguna untuk orang banyak, bukan ruang lingkup satu daerah, setidaknya bisa berguna bagi lingkup ilmu pengetahuan. ya, masih abstrak.

kerucutkan lah..

kerucutkan lah dari apa yang kamu ingin…

saya tidak ingin jadi karyawan, bergantung nasib pada orang lain. saya ingin membuat sesuatu yang bisa dikenang untuk waktu yang lama, seperti para ilmuwan, sastrawan, revolusioner, setidaknya bisa membuat nama saya abadi. saya masih ingin belajar, mempelajari hal baru, saya ingin mempunyai istri yang pintar, baik, sabar, pengertian bisa diajak keliling dunia, masih senang belajar dan menyukai seni, tak perlu orang kaya, tak perlu dari keluarga manapun mau itu dari papua, chinnesse, yang penting kaki nya masih nyentuh tanah. hehe..

setelah tertulis apa yang diinginkan, maka sedikit jelas langkah mana yang akan dipilih. jika tak ingin jadi karyawan, maka berkaryalah, apapun karyanya, apapun usahanya, walau tak dilihat orang tapi Tuhan tidak buta. berkaryalah buat Tuhan kagum dengan karya mu. karena bila Tuhan berkehendak, apapun bisa terjadi. untuk istri yang saya cita-citakan tak salah, itu logis. smua plelaki punya idaman dimatanya, sebagai panutan saya hanya memegang prinsip,  if i deserve a good wife, then she deserves a good husband”.  maka sebelum memilih,lebih baik saya memantaskan diri untuk wanita yang saya dambakan. mari menjadi lebih pintar, menjadi lebih sabar,  menjad lebih baik dari yang lebih baik. karena begitu lah hidup. semua ada karena hukum sebab akibat,

terima kasih

please, choice your way..don’t hesitate for step your foot..  

BUS HANTU

Hari ini Tepat Malam Jumat. Waktu menunjukan pukul 22.30 malam. Dinginnya Angin malam pun lebih terasa dengan kerapnya rintik hujan yang kerap belum berhenti dari tadi sore. jalanan pun sepi. tak terlihat satu pun mobil lewat.hanya ada beberapa sesekali motor lewat menerobos kerapnya sang hujan. lokasi ini bercerita di daerah kabupaten bandung. memang konon terkenal dengan pembunuhan oleh gang motor. cerita itu menambah dingin suasana malam ini.

Siang Tadi. 

Hari ini aku berniat mengunjungi teman lama kuliah dulu di UNPAD, karena ke asikan mengobrol ngalur ngidul, ngomongin masa masa lalu, cewe, hingga pekerjaan dan cita-cita. bertemu dengan teman lama memang tak ada cukupnya, seperti mengobati kerinduan, yang sampai waktu pun terlupa. pukul 22.00, aku bergegas menyiapkan diri untuk pulang menerobos malam. jarak rumah aku dan teman ku ini, sangat jauh. perjalanan 1 jam.bari bandung utara ke bandung selatan.

ku pakaikan jas hujan, ku nyalakan motor. pamit sudah ku pada teman ku dari masa yang indah ini. ada sedikit perasaan ragu sesaat aku mau meninggalkan teman ku ini. apa daya besok pagi aku sudah mulai bekerja lagi. jadi mau tidak mau harus ku terobos malam ini.Dengan setengah hati aku pun melaju. sunyi sekali memang, dingin. bandung merupakan alah satu kota yang paling dingin di jawab barat, apalagi disaat hujan begini. mungkin karena cuaca seperti ini, orang-orang pun malas untuk berpergian, jadi membuat jalanan sepi. 

lampu jalan pun tak terlihat jelas, pandangan terhalang hujan gerimis, bayang-bayang pepohonan pun berkejaran dengan laju motor ku, seakan bayangan itu mau menarik aku dari jalanan. jalanan pun becek, lubang-lubang jalan pun tertutup oleh genangan air, seakan seperti ranjau, yang akan menghentikan laju mu, dan membiarkan dirimu tertangkap oleh bayangan malam. ak pun terpaksa untuk berlaju pelan. lebih baik terguyur hujan, daripada terjatuh dalam ranjau jalanan.

hingga aku melewati jalan dimana cahaya cukup terang untuk berkumpul. yaitu di daerah kawasan industri. banyak pabrik-pabrik berjejeran. lampu lampu samping pabrik pun membantu aku menghindari lubang jalanan.di daerah itu disudut jalan,terdapat satu pabrik yang lumayan cukup panjang terlihat dari pinggir jalan.pabrik itu sudah tidak berfungsi.sepi. lampu pun semua padam. dalam pabrik itu selalu ada satu bus rusak yang sudah tidak terpakai,yang biasanya duludipakai untuk antar jemput karyawan. konon kata masyarakat setempat, bus itu pernah mengalami kecelakaan, saat itu saat bus sudah terisi semua karyawan, bus pun dinyalakan,beberapa detik setelah dinyalakan bus itu pun meledak.dan menewaskan banyak penumpang. meledaknya bus katanya disebabkan oleh konsleting, namun ada beberapa orang mengatakan bus itu sudah terpasang bom, bom dari penagih hutang si pemilik pabrik. si pemilik pabrik ini memiliki banyak musuh, karena sering telatnya iya membayar hutang,dan sering menjelek-jelekan rekan kerja nya. cerita itu telalh berlalu 3 tahun silam , dan sampai kini masih menjadi legenda.

diperjalanan kawasan industri ini. sebentar lagi aku melewati pabrik kosong itu. jauh terlihat kegelapan di ujung jalan akan menghampiri. sesaat setelah aku melewati pabrik itu, aku sekilas melihat bus yang biasa membisu di parkiran pabrik yang terlihat jelas dari jalanan tampak hidup dengan mesin yang menderu tak jelas karena hampir tertutup suara sang angin dan sang hujan.

ah mungkin hanya pikiran aku aja, yang lagi parno, lebih baik aku segera pulang dan menyeduh kopi dirumah”  itu pikir ku. jalanan pun makin sepi, karena mungkin penduduk di daerah kabupaten  lebh takut untuk keluar mala, dibandingkan orang-orang kota.  sebentar aku liat lewat kaca spion ku,ada dua lampun menyorot ku dari kejauhan. aku pikir itu memang bus yang memang sedang lagi tugas, pulang mengantarkan karyawan yang lemburan tadi. jadi aku melambat laju motor ku, dan melaju lambat dipinggiran jalan, tandanya mempersilahakan bus itu lewat. namun bus itu tak kunjung mau menyusulku.dia tetap mengikuti ku dari belakang.aku terheran.sejenak ku coba hentikan motor.dan menengok kebelakang.bus itu pun berhenti,dan telihat sedang menurunkan penumpang. “ah ada kehidupan juga ternyata” pikirku lagi, menandakan, aman untuk melaju lagi.

aku pun terus melaju, bus itu sudah tertinggal jauh di belakang. namun jalanan masih terlihat sangat sepi. hingga tetiba. ada angin kencang meniup laju motor ku.aku berhenti sejenak.hingga sang angin lewat. tampak berbahaya bila aku tertebas sang angin hingga terjatuh.dan sesekai ku tengok kebelakang.bus itu pun tampak terlihat lagi.aku pun bergegas untuk melaju lagi agar tidak menghalangi laju bus tersebut. memaksa memang, namun firasat ku sudah tidak enak, mungkin karena masuk angin juga. jadi terpaksa aku mempercepat laju ku. 

hingga di jalan yang tampak tidak ada penerangan. daerah dimana yang sering terkena banjir. karena pengairan di daerah tersebut tidak ada. jadi drainase pun kurang.  bus yang tadi ada di belakang, ternyata tampak ada di depan aku. kaget . bulu kuduk ku mulai merinding. selama 20 menit aku mengikuti bus itu dari belakangdengan laku 40km/jam . lambat memang.apa daya,tampa penerangan jalan yang cukup, aku tak berani menyalip bus tersebut.hingga aku tiba di jalan yang agak lebar,aku coba beranikan untuk menyalip bus tersebut.  sekilas aku melihat bus itu kosong. tanpa supir. aku terus menaikan kecepatan laju motor ku. karena itu sudah tidak rasional. bus berjalan tanpa ada supir. 

aku melaju degan kecepatan 130km/jam sekitar 20 mnit lagi aku sampai di rumah. dengan kecepatan seperti itu aku mempertaruhkan keselamatanku. hingga aku tiba di suatu belokan yang cukup curam, dalam jalan dua arah ini. tak terlihat mobil atau motor yang akan datang dari arah berlawanan. aku pun menukik untuk  belok, dan kagetnya,.

bus yang ada di pabrik diam membisu ada di pinggir jalan setelah aku belok .bus itu diam kosong membisu seperti bus yang telah terbakar lama. sekilas bus itu seperti bus yang terlihat tadi mealju tanpa supir.. tetiba motor ku mati tepat 7 meter setelah melewati bus itu. damn!

“Sering kali ketakutan, membuat manusia tak bisa hati-hati dengan apa yang diakukannya, lebih baik diam. daripada mencoba menghindari sesuatu yang tak bisa dihindari”

“safety ride dude!” (pesan sponsor)

 

Note: maaf tulisan ini tampa proses editing, jd maaf kalo byk typo, atau salah ketik. maklum lagi belajar nulis. 😛   thanks reader smoga menghibur,

BUS HANTU

Hari ini Tepat Malam Jumat. Waktu menunjukan pukul 22.30 malam. Dinginnya Angin malam pun lebih terasa dengan kerapnya rintik hujan yang kerap belum berhenti dari tadi sore. jalanan pun sepi. tak terlihat satu pun mobil lewat.hanya ada beberapa sesekali motor lewat menerobos kerapnya sang hujan. lokasi ini bercerita di daerah kabupaten bandung. memang konon terkenal dengan pembunuhan oleh gang motor. cerita itu menambah dingin suasana malam ini.

Siang Tadi. 

Hari ini aku berniat mengunjungi teman lama kuliah dulu di UNPAD, karena ke asikan mengobrol ngalur ngidul, ngomongin masa masa lalu, cewe, hingga pekerjaan dan cita-cita. bertemu dengan teman lama memang tak ada cukupnya, seperti mengobati kerinduan, yang sampai waktu pun terlupa. pukul 22.00, aku bergegas menyiapkan diri untuk pulang menerobos malam. jarak rumah aku dan teman ku ini, sangat jauh. perjalanan 1 jam.bari bandung utara ke bandung selatan.

ku pakaikan jas hujan, ku nyalakan motor. pamit sudah ku pada teman ku dari masa yang indah ini. ada sedikit perasaan ragu sesaat aku mau meninggalkan teman ku ini. apa daya besok pagi aku sudah mulai bekerja lagi. jadi mau tidak mau harus ku terobos malam ini.Dengan setengah hati aku pun melaju. sunyi sekali memang, dingin. bandung merupakan alah satu kota yang paling dingin di jawab barat, apalagi disaat hujan begini. mungkin karena cuaca seperti ini, orang-orang pun malas untuk berpergian, jadi membuat jalanan sepi. 

lampu jalan pun tak terlihat jelas, pandangan terhalang hujan gerimis, bayang-bayang pepohonan pun berkejaran dengan laju motor ku, seakan bayangan itu mau menarik aku dari jalanan. jalanan pun becek, lubang-lubang jalan pun tertutup oleh genangan air, seakan seperti ranjau, yang akan menghentikan laju mu, dan membiarkan dirimu tertangkap oleh bayangan malam. ak pun terpaksa untuk berlaju pelan. lebih baik terguyur hujan, daripada terjatuh dalam ranjau jalanan.

hingga aku melewati jalan dimana cahaya cukup terang untuk berkumpul. yaitu di daerah kawasan industri. banyak pabrik-pabrik berjejeran. lampu lampu samping pabrik pun membantu aku menghindari lubang jalanan.di daerah itu disudut jalan,terdapat satu pabrik yang lumayan cukup panjang terlihat dari pinggir jalan.pabrik itu sudah tidak berfungsi.sepi. lampu pun semua padam. dalam pabrik itu selalu ada satu bus rusak yang sudah tidak terpakai,yang biasanya duludipakai untuk antar jemput karyawan. konon kata masyarakat setempat, bus itu pernah mengalami kecelakaan, saat itu saat bus sudah terisi semua karyawan, bus pun dinyalakan,beberapa detik setelah dinyalakan bus itu pun meledak.dan menewaskan banyak penumpang. meledaknya bus katanya disebabkan oleh konsleting, namun ada beberapa orang mengatakan bus itu sudah terpasang bom, bom dari penagih hutang si pemilik pabrik. si pemilik pabrik ini memiliki banyak musuh, karena sering telatnya iya membayar hutang,dan sering menjelek-jelekan rekan kerja nya. cerita itu telalh berlalu 3 tahun silam , dan sampai kini masih menjadi legenda.

diperjalanan kawasan industri ini. sebentar lagi aku melewati pabrik kosong itu. jauh terlihat kegelapan di ujung jalan akan menghampiri. sesaat setelah aku melewati pabrik itu, aku sekilas melihat bus yang biasa membisu di parkiran pabrik yang terlihat jelas dari jalanan tampak hidup dengan mesin yang menderu tak jelas karena hampir tertutup suara sang angin dan sang hujan.

ah mungkin hanya pikiran aku aja, yang lagi parno, lebih baik aku segera pulang dan menyeduh kopi dirumah”  itu pikir ku. jalanan pun makin sepi, karena mungkin penduduk di daerah kabupaten  lebh takut untuk keluar mala, dibandingkan orang-orang kota.  sebentar aku liat lewat kaca spion ku,ada dua lampun menyorot ku dari kejauhan. aku pikir itu memang bus yang memang sedang lagi tugas, pulang mengantarkan karyawan yang lemburan tadi. jadi aku melambat laju motor ku, dan melaju lambat dipinggiran jalan, tandanya mempersilahakan bus itu lewat. namun bus itu tak kunjung mau menyusulku.dia tetap mengikuti ku dari belakang.aku terheran.sejenak ku coba hentikan motor.dan menengok kebelakang.bus itu pun berhenti,dan telihat sedang menurunkan penumpang. “ah ada kehidupan juga ternyata” pikirku lagi, menandakan, aman untuk melaju lagi.

aku pun terus melaju, bus itu sudah tertinggal jauh di belakang. namun jalanan masih terlihat sangat sepi. hingga tetiba. ada angin kencang meniup laju motor ku.aku berhenti sejenak.hingga sang angin lewat. tampak berbahaya bila aku tertebas sang angin hingga terjatuh.dan sesekai ku tengok kebelakang.bus itu pun tampak terlihat lagi.aku pun bergegas untuk melaju lagi agar tidak menghalangi laju bus tersebut. memaksa memang, namun firasat ku sudah tidak enak, mungkin karena masuk angin juga. jadi terpaksa aku mempercepat laju ku. 

hingga di jalan yang tampak tidak ada penerangan. daerah dimana yang sering terkena banjir. karena pengairan di daerah tersebut tidak ada. jadi drainase pun kurang.  bus yang tadi ada di belakang, ternyata tampak ada di depan aku. kaget . bulu kuduk ku mulai merinding. selama 20 menit aku mengikuti bus itu dari belakangdengan laku 40km/jam . lambat memang.apa daya,tampa penerangan jalan yang cukup, aku tak berani menyalip bus tersebut.hingga aku tiba di jalan yang agak lebar,aku coba beranikan untuk menyalip bus tersebut.  sekilas aku melihat bus itu kosong. tanpa supir. aku terus menaikan kecepatan laju motor ku. karena itu sudah tidak rasional. bus berjalan tanpa ada supir. 

aku melaju degan kecepatan 130km/jam sekitar 20 mnit lagi aku sampai di rumah. dengan kecepatan seperti itu aku mempertaruhkan keselamatanku. hingga aku tiba di suatu belokan yang cukup curam, dalam jalan dua arah ini. tak terlihat mobil atau motor yang akan datang dari arah berlawanan. aku pun menukik untuk  belok, dan kagetnya,.

bus yang ada di pabrik diam membisu ada di pinggir jalan setelah aku belok .bus itu diam kosong membisu seperti bus yang telah terbakar lama. sekilas bus itu seperti bus yang terlihat tadi mealju tanpa supir.. tetiba motor ku mati tepat 7 meter setelah melewati bus itu. damn!

“Sering kali ketakutan, membuat manusia tak bisa hati-hati dengan apa yang diakukannya, lebih baik diam. daripada mencoba menghindari sesuatu yang tak bisa dihindari”

“safety ride dude!” (pesan sponsor)

 

Note: maaf tulisan ini tampa proses editing, jd maaf kalo byk typo, atau salah ketik. maklum lagi belajar nulis. 😛   thanks reader smoga menghibur,

KISAH INSPIRASI – TUKANG SOL KELILING

Cuaca hari ini sangat sangat panas. Mbah sarno terus mengayuh sepeda tuanya menyisir jalan perumahan condong catur demi menyambung hidup. Mbah sarno sudah puluhan tahun berprofesi sebagai tukang sol sepatu keliling. Jika orang lain mungkin berfikir “mau nonton apa saya malam ini?”, mbah sarno cuma bisa berfikir “saya bisa makan atau nggak malam ini?”

Di tengah cuaca panas seperti ini pun terasa sangat sulit baginya untuk mendapatkan pelanggan. Bagi mbah sarno, setiap hari adalah hari kerja. Dimana ada peluang untuk menghasilkan rupiah, disitu dia akan terus berusaha. Hebatnya, beliau adalah orang yang sangat jujur. Meskipun miskin, tak pernah sekalipun ia mengambil hak orang lain.
Jam 11, saat tiba di depan sebuah rumah mewah di ujung gang, diapun akhirnya mendapat pelanggan pertamanya hari ini. Seorang pemuda usia 20 tahunan, terlihat sangat terburu-buru.
Ketika mbah sarno menampal sepatunya yang bolong, ia terus menerus melihat jam. Karena pekerjaan ini sudah digelutinya bertahun-tahun, dalam waktu singkat pun ia berhasil menyelesaikan pekerjaannya.

“wah cepat sekali. Berapa pak?”
“5000 rupiah mas”

sang pemuda pun mengeluarkan uang seratus ribuan dari dompetnya. Mbah sarno jelas kaget dan tentu ia tidak punya uang kembalian sama sekali apalagi sang pemuda ini adalah pelanggan pertamanya hari ini.

“wah mas gak ada uang pas ya?”
“nggak ada pak, uang saya tinggal selembar ini, belum dipecah pak”
“maaf mas, saya nggak punya uang kembalian”
“waduh repot juga kalo gitu. Ya sudah saya cari dulu sebentar pak ke warung depan”
“udah mas nggak usah repot-repot. Mas bawa dulu saja. Saya perhatikan mas lagi buru-buru. Lain waktu saja mas kalau kita ketemu lagi.”
“oh syukurlah kalo gitu. Ya sudah makasih ya pak.”

=============================================================

jam demi jam berlalu dan tampaknya ini hari yang tidak menguntungkan bagi mbah sarno. Dia cuma mendapatkan 1 pelanggan dan itupun belum membayar. Ia terus menanamkan dalam hatinya, “ikhlas. Insya allah akan dapat gantinya.”
ketika waktu menunjukkan pukul 3 lebih ia pun menyempatkan diri shalat ashar di masjid depan lapangan bola sekolah. Selesai shalat ia berdoa.
“ya allah, izinkan aku mencicipi secuil rezekimu hari ini. Hari ini aku akan terus berusaha, selebihnya adalah kehendakmu.”
selesai berdoa panjang, ia pun bangkit untuk melanjutkan pekerjaannya.
Ketika ia akan menuju sepedanya, ia kaget karena pemuda yang tadi siang menjadi pelanggannya telah menunggu di samping sepedanya.

“wah kebetulan kita ketemu disini, pak. Ini bayaran yang tadi siang pak.”

kali ini pemuda tadi tetap mengeluarkan uang seratus ribuan. Tidak hanya selembar, tapi 5 lembar.

“loh loh mas? Ini mas belum mecahin uang ya? Maaf mas saya masih belum punya kembalian. Ini juga kok 5 lembar mas. Ini nggak salah ngambil mas?”
“sudah pak, terima saja. Kembaliannya, sudah saya terima tadi, pak. Hari ini saya tes wawancara. Telat 5 menit saja saya sudah gagal pak. Untung bapak membiarkan saya pergi dulu. Insya allah minggu depan saya berangkat ke prancis pak. Saya mohon doanya pak”
“tapi ini terlalu banyak mas”
“saya bayar sol sepatu cuma rp 5000 pak. Sisanya untuk membayar kesuksesan saya hari ini dan keikhlasan bapak hari ini.”

( Cerita dari seorang sahabat )

Silahkan Kunjungi Juga : www.aryginanjar.com

Memaknai Pekerjaan

 

berbagi sedikit inspirasi dari blog temen, untuk para pembaca.. 🙂

cerita dari koh aseng,, 

Krotok…krotok…kortok bunyi motor tua itu begitu familiar di telinga saya. Sebuah motor tua kepunyaan Koh Aseng yang dari pagi sekali; ketika mungkin sebagian orang masih terlelap tidur, sampai malam hari yang juga mungkin sebagian orang sudah lelap istirahat. Koh Aseng masih setia mengantar air isi ulang atau air original ke rumah-rumah di sekitar komplek.

Jangan ditanya masalah ketepatan waktu yang bisa digaransi oleh Koh Aseng, ketika saya pesan minta cepat datang, maka ia akan tiba 5 menit sebelum janjinya. Sungguh luar biasa komitment-nya kepada pelanggan. Kebiasaan itu terus dijalani-nya dengan konsisten dan nyaris tanpa keluhan, dan kalau kita hitung berapa sih keuntungan yang di dapat dari bisnis air isi ulang mungkin “hanya” Rp 1.000,- sampai Rp 1.500,- Bayangkan dengan rekan-rekan sales/marketer yang berbisnis dengan nilai ratusan juta atau milyard-an?

Suatu hari saya bertanya kepada beliau : “Koh Aseng, apa yang menjadikan kokoh begitu semangat dan komitmen melakukan pekerjaan ini?” tanya-ku kepadanya. Dengan santai dan rileksnya ia berkata : “nanti kalau saya telat datang, anak pak indra seret tidak bisa minum, dan kalau tidak bisa minum susah bernafas, bagaimana pak? Kan tanggung jawab saya juga?” jawab Koh Aseng.

Blassss seluruh tubuh saya merinding mendengar penjelasan koh aseng yang sangat sederhana tapi bermakna sekali. Saya jadi berpikir menerawang kepada para sales apakah sudah memaknai pekerjaan anda? Sebagai contoh apakah anda sudah berpikir jika memang tidak mencapai target, orang-2 dibelakang anda (anak, istri) bahagia? Atau pastinya bagaimana dengan perusahaan jika anda juga tidak melakukan pekerjaan dengan sepenuh hati. Di Perusahaan anda bekerja juga terdapat orang-orang dibelakang mereka (anak, istri, orang tua) dari sesama rekan kerja, yang sangat mengharapkan Sales berhasil.

Contoh kecil yang menurut saya sangat besar maknanya ada pada diri Koh Aseng dalam memaknai pekerjaan, dengan dasar kerja keras dan kosistensi. Ia tetap setia memenuhi kebutuhan pelanggan.

Happy Selling, happy result

Di dalam Jakarta

saya hanya ingin berbagi sedikit pengalaman di jakarta selama sebulan ini…

disini semua org di indonesia ada, dari presiden, hingga semua strata sosial, ekonomi, iman, ada semua dalam satu kota ini.

yang saya dapat setelah sebulan dsini, adalah bagaimana cara kita bersyukur.kata bersyukur, mungkin terasa mudah untuk di ucapkan. tp terkadang kita sulit bener-bener bersyukur bila kita hidup susah. atau pun lupa pada saat kita di menerima kebahagiaan atau kesenangan. 

mungkin untuk sebagian orang berpikir? kenapa klo kita hidup susah harus bersyukur? apa yang harus

disyukuri?

itu salah besar..

kita tak pernah ingat, kalo kita bisa bernafas aja itu sudah ni’mat yang luar biasa.

dijakarta, anda pasti melihat gedung-gedung tinggi, org-org berpakaian rapih, mobil mewah, alat

transportasi banyak. dll membuat kita merasa kecil, membuat kita merasa bukan siapa2..

tp coba anda lihat di setiap kolong jembatan, dipinggir2 kali, di belakang gedung2 mewah, disetiap

gang-gang kecil. anda akan merasa org yang paling beruntung selama hidup anda! apalagi bila anda coba

tinggal disana minimal selama 3 hari aja dalam lingkungan tersebut. susah nya nyari makan dan minum, hingga menghalalkan segala cara untuk mencari iblis yang dinamai “uang”, disini membeli akua botol aja sudah seperti minuman mewah.

tapi bila anda merasa hidup anda telah mengalami keadaan tersebut, atau merasa paling susah dari

keadaan di atas,,,

coba lah anda mampir ke rumah sakit – rumah sakit besar dan elite di jakarta.. lalu coba anda masuk ke ruang     ICU, UGD, ICCU, OKA..

orang-orang disana terkapar, lemas tak berdaya,

pasrah. dari yang di vonis jantung, kanker darah, ginjal, kangker otak, semua ada..

lalu tanya, berapa biaya rawat disana?

dari selang yang dipake, obat, tempat tidur, hingga biaya operasi.

anda akan kaget, mendengar harga selang kecil dengan panjang 5 meter aja bisa seharga 3 juta.

untung nya, kebanyakan disana org kaya.

tapi mereka adalah  orang – orang yang tak tau bernafas sampe kapan.. bagi mereka bernafas lebih

sakit daripada kelaparan, daripada mencari uang. sakit rasanya, terkapar,rasanya sendiri, tanpa ada

yang menjenguk, dan bila ada yang menjenguk kerabat atau teman, kita pasti merasa sperti orang yang

dikasihani karena tak bisa apa2, dan hanya menyusahkan orang lain.

seperti kita melihat pengemis yang sedang duduk di jalanan, tak beda rasanya melihat orang kaya yang

terkapar di rumah sakit.

jadi intinya,”jangan pernah menganggap remeh atau tinggi seseorang karena jabatanya, harta nya, ilmu nya atau apapun itu. semua tetap sama” tetep sopan santun, dan saling menghargai satu sama lain.

karena semua bisa terjadi , walau tanpa atau dengan sepengetahuan kita.

4 tahun dulu saya pernah bertanya “kenapa saya tidak bisa jadi dokter tuhan? niat saya baik, untuk menolong orang bukan untuk materi”

sekarang saya tau kenapa cita-cita saya menjadi

dokter terhalangi.. 🙂

dari 4 tahun yang lalu, baru sekarang saya bisa sangat bersyukur masuk biologi.. hahaha

dan sekarang terbesit dalam hati..

“Tuhan, engkau telah membuat saya malu untuk

meminta apa yang saya mau”